CALIFORNIA (Arrahmah.com) – Sekelompok ilmuwan dari
Scripps Research Institute (TSRI) menemukan bahwa sel-sel kekebalan tubuh mampu menaklukan HIV yang bersarang dalam tubuh manusia.
Beberapa
orang yang terinfeksi HIV dapat menghasilkan antibodi yang efektif
menetralisir banyak tekanan yang berbahaya, mempercepat mutasi virus.
Sedangkan orang yang sehat, untuk menghasilkan antibodi yang dibutuhkan
perlu diimunisasi dengan antigen khusus.
Keberhasilan suatu vaksin
bergantung pada kemampuan imunogen dalam mengikat sel B-limfosit, dan
dari sana mereka bisa menghasilkan antibodi.
Para ilmuwan mencoba
mengembangkan imunogen jenis baru yang akan mengikat B-limfosit
tertentu, yang secara responsis berpotensi untuk kekebalan HIV.
Imunogen sangat unik karena sel-sel progenitor yang diperlukan sangat langka di antara B-limfosit lainnya.
“Kami
menemukan bahwa hampir semua orang memiliki pelopor antibodi
penetralisir, dan rekayasa protein yang presisi dapat mengikat sel-sel
yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi HIV,” kata penulis utama
studi tersebut, Profesor TSRI William Chief.
Para imunolog
melakukan sintesa protein imunogen EOD-GT8. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa tikus yang divaksinasi dengan protein dapat menghasilkan antibodi
VRFC01. JikA EOD-GT8 60mer dapat memicu reaksi yang sama pada manusia.
Mungkin para ilmuan kemudian mengembangkan beberapa imunogen lagi yang
akan bersama-sama membuat sintesis berbagai antibodi yang mampu
menaklukkan HIV.
Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan
majalah laporan ilmiah, ilmuan genetik menulis bahwa teknologi
CRSIPR/Cas9 mampu menghasilkan virogenes HIV dari T-limfosit. Temuan ini
dapat membantu mengembangkan metode terapi baru bagi penderita AIDS,
lansir
Sputnik News (27/3/2016). (fath/
arrahmah.com)
- See more at:
http://www.arrahmah.com/news/2016/03/27/sekelompok-ilmuwan-menemukan-bahwa-kunci-pengobatan-hiv-ditemukan-di-darah-manusia.html#sthash.ghluIPXD.dpuf
CALIFORNIA (bmk-indonesia.blogspot.com) – Sekelompok ilmuwan dari The Scripps Research Institute (TSRI) menemukan bahwa sel-sel kekebalan tubuh mampu menaklukan HIV yang bersarang dalam tubuh manusia.
Beberapa orang yang terinfeksi HIV dapat menghasilkan antibodi yang efektif menetralisir banyak tekanan yang berbahaya, mempercepat mutasi virus. Sedangkan orang yang sehat, untuk menghasilkan antibodi yang dibutuhkan perlu diimunisasi dengan antigen khusus.
Keberhasilan suatu vaksin bergantung pada kemampuan imunogen dalam mengikat sel B-limfosit, dan dari sana mereka bisa menghasilkan antibodi.
Para ilmuwan mencoba mengembangkan imunogen jenis baru yang akan mengikat B-limfosit tertentu, yang secara responsis berpotensi untuk kekebalan HIV.
Imunogen sangat unik karena sel-sel progenitor yang diperlukan sangat langka di antara B-limfosit lainnya.
“Kami menemukan bahwa hampir semua orang memiliki pelopor antibodi penetralisir, dan rekayasa protein yang presisi dapat mengikat sel-sel yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi HIV,” kata penulis utama studi tersebut, Profesor The Scripps Research Institute(TSRI) William Chief.
Para imunolog melakukan sintesa protein imunogen EOD-GT8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang divaksinasi dengan protein dapat menghasilkan antibodi VRFC01. JikA EOD-GT8 60mer dapat memicu reaksi yang sama pada manusia. Mungkin para ilmuan kemudian mengembangkan beberapa imunogen lagi yang akan bersama-sama membuat sintesis berbagai antibodi yang mampu menaklukkan HIV.
Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan majalah laporan ilmiah, ilmuan genetik menulis bahwa teknologi CRSIPR/Cas9 mampu menghasilkan virogenes HIV dari T-limfosit. Temuan ini dapat membantu mengembangkan metode terapi baru bagi penderita AIDS, lansir Sputnik News (27/3/2016).
Sumber : Arrahmah.com